2 lapis baju hangat dan satu mantal
tebal rasanya tak bisa melindungi pria manis dengan rambut blonde ini dari
udara dingin yang menusuk hingga ke tulang. Taemin –pria manis- ini mempercepat
langkahnya ke minimarket tempatnya bekerja. Ia selalu benci ini, ketika
hari-harinya penuh dengan kegiatan, tapi cuaca malah dingin seperti ini. Karena
kalian tahu? Cuaca dingin adalah cuaca yang paling tepat untuk bergelung
dibawah selimut, tapi apa daya, Taemin harus bekerja kkkk.
Taemin tersenyum lebar kala melihat Onew
hyung boss nya di minimarket ini.
“Kau terlambat minie-yaa”. Onew
menggeleng lalu mendekati Taemin yang hanya menanggapinya dengan cengiran
polos. Onew menarik tangan Taemin untuk masuk ke dalam minimarket dan segera ia
lepas ketika ia dengar Taemin meringis tertahan. Matanya tertuju pada tangan
Taemin yang terbalut perban putih. Tangan pucat itu kini penuh dengan lebam dan
sedikit luka goresan. Onew menghela nafas, berbalik dan mengusap lembut surai
blonde milik Taemin.
“Kenangan itu mengganggumu lagi?” Taemin
hanya menunduk dan menggigit bibir bawahnya. Ya, Onew Lee, adalah salah satu
teman dekat Taemin (entah sejak kapan), yang pasti ketika ia kenal dengan Onew
sebagai bossnya, ia mulai merasa nyaman, begitu pula Onew, mereka sudah
selayaknya kakak beradik, dan kebetulan juga memiliki marga yang sama. Onew
pernah menawarkan Taemin untuk tinggal bersamanya, mengingat Taemin tinggal
sendirian dan Onew juga perlu teman di rumah. Tapi Taemin menolaknya dengan
tegas, dan tentu, Onew menerima penolakkan itu, baginya tak apa, asal Taemin
tetap baik-baik saja. Kembali ke minimarket /?
Onew yang menyadari ekspresi Taemin, ia
pun menuntun Taemin untuk kembali ke tempat kerja dengan sebelumnya meyakinkan
Taemin, apakah ia sungguh akan bekerja dengan keadaan seperti itu. Taemin hanya
memutar bola matanya malas dan menjawab
“Hyung,
geumanhae, naneun jinjja gwaenchana (Hyung, berhenti, aku sungguh tak apa)
aku hanya lebam hyung, bukannya sekarat” Taemin terkekeh sementara Onew hanya
menatapnya datar dan memerintahkan Taemin untuk segera bekerja sebagai kasir.
Seperti biasa.
Bell berbunyi tanda ada customer yang
memasuki minimarket tempat Taemin bekerja. Layaknya sudah tersistem, saat bell
terdengar, Taemin akan mendongak dan memasang senyumnya, menyapa pelanggan yang
masuk dengan sukacita /?
“hwanyeonghabnidaaa
(selamat datang)~”. Sapa Taemin sambil tersenyum pada seorang gadis yang baru
saja memasukki minimarket ini. Gadis dengan perawakan mungil langsing, kulit
putih bersih dan dengan rambut dicat merah. Hm,
gadis ini unik sekali. Tanpa menghiraukan sapaan Taemin, gadis itu
melenggang dan menyusuri rak-rak makanan dan minuman, membeli hampir satu
keranjang camilan dan minuman bersoda. Taemin mengernyit saat gadis itu menuju
kasir, namun kemudian ia tersenyum ramah.
“Belanja banyak hari ini?”. Ucap Taemin
masih dengan senyum diwajahnya sambil menghitung belanjaan gadis ini.
“Bukan urusanmu.” Jawab sang gadis
sekenanya tanpa melihat Taemin yang tersenyum kikuk karena ditanggapi dengan
ketus. Gadis ini kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang dan membayar semua
belanjaannya, seperti di awal, tanpa menghiraukan Taemin, ia langsung
melenggang keluar minimarket dan duduk dengan santai di kursi yang sudah
disediakan di teras minimarket itu.
Menunduk, gadis berambut merah ini
seperti sedang berpikir, menerawang, ia rasa tak asing dengan wajah Taemin. Tapi
entah ia pernah lihat dimana. Ia pun menggelengkan kepalanya. Mungkin wajahnya memang pasaran, jadi aku
merasa familiar. Gadis itu pun kini mengangguk meyakinkan batinnya. Taemin
yang menyadari si gadis yang berlagak sedikit aneh hanya mengernyit. Apa semua gadis kelakuannya se aneh ini?
Batinnya.
0o0
Sore yang cerah untuk hati Taemin yang
kelam. Taman yang ramai dengan anak-anak usia 5-10 tahun, tak mampu
membangkitkan semangat dan suasana hati Taemin. Bagaimana tidak? Sudah 3 hari
ini, kejadian masa lalu Taemin selalu menghantuinya, entah itu saat sedang
belajar, bekerja atau kapanpun yang berakhir dengan perubahan sikap Taemin.
Biasanya, saat kejadian itu terlintas mood
Taemin akan rusak seketika dan membuat Taemin menjadi orang pendiam dan dingin.
Sama seperti sekarang, tatapan kosong
seorang Lee Taemin di tengah ramainya Taman. Serpihan kenangan masa lalu
berkelebat dalam benaknya bagaikan film lama yang terputar kembali. Rahang yang
mengeras dengan aura dingin yang menyeruak dari diri Taemin, sungguh membuat
siapapun tak akan menyangka bahwa yang kini tengah duduk termenung di taman
yang indah ini adalah seorang Lee Taemin yang ramah dan penyayang.
Taemin mengerjap kala ia merasa seakan
kesadarannya tertarik kembali. Matanya tertumbuk pada seorang gadis dengan
rambut merah yang tak sengaja menyenggol Taemin dengan tasnya yang menjuntai
itu. Gadis itu hanya membungkuk sekilas tanpa mengucapkan sepatah katapun lalu
berlari kecil menuju halte. Entah dorongan dari mana, Taemin spontan mengikuti
gadis itu, berjalan cepat dibelakangnya layaknya penguntit yang sedang mengejar
seorang artis. Meloncat ke dalam bus, dan disinilah mereka, di dalam bus,
dengan si gadis duduk di bangku nomor dua dari depan sebelah kanan, dan Taemin
di bangku paling belakang.
Tunggu,
Ini kampus Taemin! Mereka berdua pun
turun dari bus, masih dengan Taemin yang menguntit di belakangnya. Si Gadis
berjalan menuju bagian kanan kampus tempat ruang seni tari. Mata Taemin
terbelalak kala ia tersadar bahwa hari ini adalah hari Rabu, hari perekrutan
anggota club Tari yang baru! Chakkaman,
(tunggu) apa gadis ini calon anggota baru? Atau anggota lama yang kebetulan
tidak aku kenal? Berbagai spekulasi bermunculan di kepala Taemin. Ia
menggedikkan bahunya, Taemin merasa beruntung melihat gadis aneh ini di taman,
jadi ia tak lupa untuk ke kampus hari ini hahaha. Ah, kenangan itu menghancurkan segalanya. Taemin menggeleng pelan
untuk mengembalikan perhatiannya ke alam nyata /?
Dengan santai, Taemin berjalan menuju
ruangan tempat club Tari biasanya berlatih. Ruangan besar dengan kaca sebagai
dinding di keempat sisinya, full AC dan dilengkapi dengan audio yang memadai.
Sungguh tempat latihan yang pas kkkkkk. Seluruh mata tertuju pada Taemin saat
ia memasuki ruangan tersebut dan tak terkecuali, gadis mungil berambut merah di
ujung belakang barisan yang ternganga melihat kedatangan Taemin yang dengan
santai menyapa semua senior yang ada di hadapannya kali ini.
Apa
yang dilakukan kasir minimarket itu disini? Krystal –Si Gadis berambut merah-
masih bergeming ketika Taemin sudah berdiri sejajar dengan senior yang lain,
dan kesadarannya kembali saat didengarnya suara salah satu seniornya
memperkenalkan namja yang ia yakini
adalah seorang kasir di minimarket dekat rumahnya.
“Nah adik-adik, ini Lee Taemin. Sunbae
kalian dan merupakan salah satu dancer terbaik di kampus ini, ayo beri sa-“
“M-MWORAGOO?” Krystal memutus perkataan Sunbaenya ketika ia menyadari bahwa Taemin
juga sunbaenya. Seluruh mata tertuju pada
Krystal. Taemin terbelalak dan tersenyum jahil. Ternyata kau benar Hoobae ku? Menarik juga.





