Selasa, 24 Mei 2016

ALTER EGO | PERTEMUAN

Hasil gambar untuk taemin krystal tumblr


2 lapis baju hangat dan satu mantal tebal rasanya tak bisa melindungi pria manis dengan rambut blonde ini dari udara dingin yang menusuk hingga ke tulang. Taemin –pria manis- ini mempercepat langkahnya ke minimarket tempatnya bekerja. Ia selalu benci ini, ketika hari-harinya penuh dengan kegiatan, tapi cuaca malah dingin seperti ini. Karena kalian tahu? Cuaca dingin adalah cuaca yang paling tepat untuk bergelung dibawah selimut, tapi apa daya, Taemin harus bekerja kkkk.
Taemin tersenyum lebar kala melihat Onew hyung boss nya di minimarket ini.

“Kau terlambat minie-yaa”. Onew menggeleng lalu mendekati Taemin yang hanya menanggapinya dengan cengiran polos. Onew menarik tangan Taemin untuk masuk ke dalam minimarket dan segera ia lepas ketika ia dengar Taemin meringis tertahan. Matanya tertuju pada tangan Taemin yang terbalut perban putih. Tangan pucat itu kini penuh dengan lebam dan sedikit luka goresan. Onew menghela nafas, berbalik dan mengusap lembut surai blonde milik Taemin.

“Kenangan itu mengganggumu lagi?” Taemin hanya menunduk dan menggigit bibir bawahnya. Ya, Onew Lee, adalah salah satu teman dekat Taemin (entah sejak kapan), yang pasti ketika ia kenal dengan Onew sebagai bossnya, ia mulai merasa nyaman, begitu pula Onew, mereka sudah selayaknya kakak beradik, dan kebetulan juga memiliki marga yang sama. Onew pernah menawarkan Taemin untuk tinggal bersamanya, mengingat Taemin tinggal sendirian dan Onew juga perlu teman di rumah. Tapi Taemin menolaknya dengan tegas, dan tentu, Onew menerima penolakkan itu, baginya tak apa, asal Taemin tetap baik-baik saja. Kembali ke minimarket /?

Onew yang menyadari ekspresi Taemin, ia pun menuntun Taemin untuk kembali ke tempat kerja dengan sebelumnya meyakinkan Taemin, apakah ia sungguh akan bekerja dengan keadaan seperti itu. Taemin hanya memutar bola matanya malas dan menjawab
Hyung, geumanhae, naneun jinjja gwaenchana (Hyung, berhenti, aku sungguh tak apa) aku hanya lebam hyung, bukannya sekarat” Taemin terkekeh sementara Onew hanya menatapnya datar dan memerintahkan Taemin untuk segera bekerja sebagai kasir. Seperti biasa.

Bell berbunyi tanda ada customer yang memasuki minimarket tempat Taemin bekerja. Layaknya sudah tersistem, saat bell terdengar, Taemin akan mendongak dan memasang senyumnya, menyapa pelanggan yang masuk dengan sukacita /?
hwanyeonghabnidaaa (selamat datang)~”. Sapa Taemin sambil tersenyum pada seorang gadis yang baru saja memasukki minimarket ini. Gadis dengan perawakan mungil langsing, kulit putih bersih dan dengan rambut dicat merah. Hm, gadis ini unik sekali. Tanpa menghiraukan sapaan Taemin, gadis itu melenggang dan menyusuri rak-rak makanan dan minuman, membeli hampir satu keranjang camilan dan minuman bersoda. Taemin mengernyit saat gadis itu menuju kasir, namun kemudian ia tersenyum ramah.

“Belanja banyak hari ini?”. Ucap Taemin masih dengan senyum diwajahnya sambil menghitung belanjaan gadis ini.
“Bukan urusanmu.” Jawab sang gadis sekenanya tanpa melihat Taemin yang tersenyum kikuk karena ditanggapi dengan ketus. Gadis ini kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang dan membayar semua belanjaannya, seperti di awal, tanpa menghiraukan Taemin, ia langsung melenggang keluar minimarket dan duduk dengan santai di kursi yang sudah disediakan di teras minimarket itu.

Menunduk, gadis berambut merah ini seperti sedang berpikir, menerawang, ia rasa tak asing dengan wajah Taemin. Tapi entah ia pernah lihat dimana. Ia pun menggelengkan kepalanya. Mungkin wajahnya memang pasaran, jadi aku merasa familiar. Gadis itu pun kini mengangguk meyakinkan batinnya. Taemin yang menyadari si gadis yang berlagak sedikit aneh hanya mengernyit. Apa semua gadis kelakuannya se aneh ini? Batinnya.

0o0

Sore yang cerah untuk hati Taemin yang kelam. Taman yang ramai dengan anak-anak usia 5-10 tahun, tak mampu membangkitkan semangat dan suasana hati Taemin. Bagaimana tidak? Sudah 3 hari ini, kejadian masa lalu Taemin selalu menghantuinya, entah itu saat sedang belajar, bekerja atau kapanpun yang berakhir dengan perubahan sikap Taemin. Biasanya, saat kejadian itu terlintas mood Taemin akan rusak seketika dan membuat Taemin menjadi orang pendiam dan dingin.

Sama seperti sekarang, tatapan kosong seorang Lee Taemin di tengah ramainya Taman. Serpihan kenangan masa lalu berkelebat dalam benaknya bagaikan film lama yang terputar kembali. Rahang yang mengeras dengan aura dingin yang menyeruak dari diri Taemin, sungguh membuat siapapun tak akan menyangka bahwa yang kini tengah duduk termenung di taman yang indah ini adalah seorang Lee Taemin yang ramah dan penyayang.

Taemin mengerjap kala ia merasa seakan kesadarannya tertarik kembali. Matanya tertumbuk pada seorang gadis dengan rambut merah yang tak sengaja menyenggol Taemin dengan tasnya yang menjuntai itu. Gadis itu hanya membungkuk sekilas tanpa mengucapkan sepatah katapun lalu berlari kecil menuju halte. Entah dorongan dari mana, Taemin spontan mengikuti gadis itu, berjalan cepat dibelakangnya layaknya penguntit yang sedang mengejar seorang artis. Meloncat ke dalam bus, dan disinilah mereka, di dalam bus, dengan si gadis duduk di bangku nomor dua dari depan sebelah kanan, dan Taemin di bangku paling belakang.

Tunggu,
Ini kampus Taemin! Mereka berdua pun turun dari bus, masih dengan Taemin yang menguntit di belakangnya. Si Gadis berjalan menuju bagian kanan kampus tempat ruang seni tari. Mata Taemin terbelalak kala ia tersadar bahwa hari ini adalah hari Rabu, hari perekrutan anggota club Tari yang baru! Chakkaman, (tunggu) apa gadis ini calon anggota baru? Atau anggota lama yang kebetulan tidak aku kenal? Berbagai spekulasi bermunculan di kepala Taemin. Ia menggedikkan bahunya, Taemin merasa beruntung melihat gadis aneh ini di taman, jadi ia tak lupa untuk ke kampus hari ini hahaha. Ah, kenangan itu menghancurkan segalanya. Taemin menggeleng pelan untuk mengembalikan perhatiannya ke alam nyata /?

Dengan santai, Taemin berjalan menuju ruangan tempat club Tari biasanya berlatih. Ruangan besar dengan kaca sebagai dinding di keempat sisinya, full AC dan dilengkapi dengan audio yang memadai. Sungguh tempat latihan yang pas kkkkkk. Seluruh mata tertuju pada Taemin saat ia memasuki ruangan tersebut dan tak terkecuali, gadis mungil berambut merah di ujung belakang barisan yang ternganga melihat kedatangan Taemin yang dengan santai menyapa semua senior yang ada di hadapannya kali ini.

Apa yang dilakukan kasir minimarket itu disini? Krystal –Si Gadis berambut merah- masih bergeming ketika Taemin sudah berdiri sejajar dengan senior yang lain, dan kesadarannya kembali saat didengarnya suara salah satu seniornya memperkenalkan namja yang ia yakini adalah seorang kasir di minimarket dekat rumahnya.

“Nah adik-adik, ini Lee Taemin. Sunbae kalian dan merupakan salah satu dancer terbaik di kampus ini, ayo beri sa-“

“M-MWORAGOO?” Krystal memutus perkataan Sunbaenya ketika ia menyadari bahwa Taemin juga sunbaenya. Seluruh mata tertuju pada Krystal. Taemin terbelalak dan tersenyum jahil. Ternyata kau benar Hoobae ku? Menarik juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar